Kontrol Tekanan Darah Tanpa Obat

Hipertensi atau darah tinggi merupakan penyakit yang umum ditemui pada masa ini. Penyakit ini banyak ditemukan pada usia dewasa atau tua. Tidak jarang dijumpai pasien datang tanpa keluhan apa-apa namun hasil pemeriksaan tekanan darahnya tinggi. Lalu apakah semua orang harus diberikan obat? Tidak tentunya. Perubahan gaya hidup adalah cara nomor satu untuk mengurangi tekanan darah. Namun tentunya tidak semua orang berhasil dengan cara ini maka diberikan obat-obatan untuk membantu. Lalu hal apa yang perlu dilakukan untuk melakukan kontrol tekanan darah tanpa obat?

foods

1) Menurunkan berat badan dan mengecilkan lingkar perut
Tekanan darah akan meningkat seiring dengan pertambahan berat badan. Turunnya berat badan sekitar 4.5 kg dapat menurunkan tekanan darah. Lingkar perut lebih dari 91 cm pada laki-laki dan 81 cm pada wanita dapat berpengaruh pada peningkatan tekanan darah. Berbagai olah raga dapat dilakukan untuk mencapai berat badan ideal serta mengecilkan lingkar pinggang.

2) Olah raga secara teratur
Olah raga sebanyak 30 menit dalam 3-4x seminggu terbukti dapat menurunkan tekanan darah sebanyak 4-9 mmHg. Para ahli menyarankan olah raga yang rutin dan teratur, bukan olah raga yang hanya dilakukan pada akhir minggu. Jenis olah raga tentunya disesuaikan dengan kemampuan setiap pasien, berenang bagi mereka yang memiliki arthritis atau jalan pagi bagi mereka yang tidak dapat melakukan olah raga yang high impact.

3) Konsumsi makanan yang sehat
Diet yang tinggi akan serat, buah-buahan, sayur-sayuran serta makanan yang rendah lemak berkontribusi untuk menurunkan kolesterol serta tekanan darah. Setiap membeli makanan yang siap saji di supermarket sebaiknya membaca label dengan teliti untuk menjaga supaya makanan yang dikonsumsi selalu sehat.

4) Mengurangi penggunaan sodium
Sodium yang banyak ditemukan dalam garam serta MSG berperan tinggi terhadap tekanan darah. Rekomendasi ahli nutrisi untuk jumlah sodium setiap harinya adalah 2,3 gram per hari atau sekitar 1 sendok teh garam. Pasien yang sudah menderita hipertensi sebaiknya mengawasi pemakaian garam di makanannya.

5) Mengurangi alkohol dan rokok
Alkohol dan rokok berperan tinggi dalam hipertensi. Pasien yang meiliki tekanan darah tinggi sebaiknya tidak mengkonsumsi alkohol ataupun rokok.

6) Mengurangi stress
Stress dikarenakan pekerjaan atau masalah lainnya sebaiknya dikurangi. Aktifitas yang membuat relaksasi seperti yoga sebaiknya ditingkatkan. Stress memberikan dampak psikologis dan fisiologis yang banyak selain peningkatan tekanan darah. Maka emosi dan kondisi jiwa yang stabil perlu dicapai untuk mengkontrol tekanan darah.

Demikian beberapa tips dan trik untuk mengkontrol tekanan darah tanpa digunakan obat-obatan. Walapun pada beberapa kasus penggunaan obat-obatan diperlukan untuk membantu mengkontrol tekanan darah. Penting bagi setiap pasien yang sudah memiliki tekanan darah yang tinggi untuk merubah gaya hidupnya.

Source: dr. Annemarie Chrysantia Melati (Your Clinic Central Park)

Jangan Anggap Sepele Mengorok!

Apakah anda mengorok? Atau pasangan anda mengorok? Mengorok adalah salah satu gangguan tidur yang paling banyak diderita orang. Obstructive sleep apnea (OSA) atau mengorok adalah suatu episode berulang dimana pasien mengalami pernafasan yang melambat atau berhenti pada saat tertidur. Hal ini disebabkan adanya gangguan atau obstruksi pada jalan nafas bagian atas. Pada saat terjadi episode OSA ini maka tubuh akan berusaha lebih kuat untuk membuka sumbatan; maka bunyi nafas terdengar seperti suara dengkuran yang keras disertai dengan gerakan tiba-tiba sewaktu tidur. Pasien biasa tidak terbangun saat terjadi episode OSA ini.

 

sleep apnea

Mengorok lebih banyak ditemukan pada laki-laki dan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Biasanya mengorok ini banyak ditemukan pada mereka yang memiliki leher yang pendek dan tebal. Pada anak-anak mengorok dapat ditemukan pada mereka yang memiliki tonsil yang besar. Faktor resiko lain adalah bagi mereka yang obesitas, merokok, memiliki riwayat tekanan darah tinggi serta stroke.

Pasien dengan OSA biasa tidak memiliki keluhan. Biasanya keluhan datang dari pasangan yang tidur bersama atau orang lain yang mendengar dengkuran. Beberapa pasien mengeluh rasa lelah setelah tidur yang cukup serta pusing dan tidak dapat berkonsentrasi di sekolah/pekerjaan. Hal ini dikarenakan pasien dengan OSA tidak memiliki kualitas tidur yang baik walaupun jumlah waktu tidur mereka telah cukup. Kualitas tidur yang kurang ini menyebabkan kurangnya oksigen ke organ-organ dan pasien terlihat lelah dan tidak dapat melakukan aktifitas normal. Akhirnya berakibat pada turunnya produktifitas di sekolah/pekerjaan.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah dengan sleep study yang biasa dilakukan di sleep lab. Pasien akan dipasangkan berbagai monitor untuk mengukur aliran udara, konsentrasi oksigen, aktifitas elektrik dalam otak, gerakan bola mata, serta denyut nadi. Lalu pasien akan tidur seperti biasa dan monitor akan merekam aktifitas pasien selama tidur. Dokter lalu mencatat jumlah periode OSA yang dialami oleh pasien.

Lalu bagaimana tata laksana pasien dengan OSA? Cara paling mudah adalah dengan melakukan perubahan gaya tidur. Pasien dengan OSA sebaiknya menghindari tidur terlentang, sebaiknya pasien tidur menghadap ke samping untuk mencegah sumbatan jalan nafas. Pasien dengan gangguan sinusitis/tonsil sebaiknya ditangani dengan tepat oleh dokter THT. Pada pasien yang obesitas sebaiknya mengurangi berat badannya.

masker CPAP

Pada pasien dengan gangguan yang berat maka beberapa teknik dapat dilakukan seperti penggunaan continuous positive airway pressure (CPAP). Alat ini seperti masker yang dipasang di bagian mulut dan hidung serta disambungkan dengan udara bertekanan tinggi untuk mencegah sumbatan jalan nafas bagian atas. Alat lain yang bisa digunakan adalah mandibular advancement devices dimana alat ini mencegah lidah untuk jatuh ke belakang dan menyumbat jalan nafas. Alat ini biasa dipasang oleh ahli prosthodontist. Bedah merupakan jalan lain dan biasanya merupakan jalan terakhir bila cara lain gagal.

Mengorok terlihat sepele dan sering sekali ditemui. Namun ternyata efek mengorok dapat mengganggu aktifitas sehari-hari bagi pasien dan juga pasangan. Mengorok sebaiknya ditangani dengan tepat oleh ahlinya.

Sumber: dr. Annemarie Chrysantia Melati (Your Clinic Central Park)

Perlukah Vaksin untuk Orang Dewasa?

Apakah vaksin hanya untuk bayi dan anak-anak? Apakah orang dewasa perlu diberikan vaksin? Vaksin memang lebih populer untuk bayi dan anak-anak. Tujuan vaksinasi adalah untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai virus dan bakteri penyebab penyakit. Namun memang manfaat vaksin untuk orang dewasa masih kurang populer di Indonesia. Beberapa kelompok dewasa memerlukan perlindungan tambahan berupa vaksinasi, seperti kelompok usia lanjut, kelompok penderita penyakit kronis, kelompok wanita dewasa muda, serta wisatawan/jemaah haji. Berbagai pekerjaan juga memiliki resiko tinggi dan perlu diberikan vaksin, seperti mereka yang berhubungan dengan cairan tubuh, berhubungan dengan hewan, serta menangani pasien dengan penyakit menular. Lalu apa saja vaksin yang tersedia?

1) Tetanus
Tetanus adalah infeksi dikarenakan racun yang dibuat oleh bakteri Clostridium tetani. Penyakit ini biasa berada di debu, tanah, barang-barang yang kotor/berkarat serta masuk ke dalam sistem peredaran darah melalu luka terbuka/luka potong.

2) Meningitis
Meningitis atau penyakit radang selaput otak disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis. Penyakit ini banyak dijumpai di Afrika atau daerah Timur Tengah. Vaksin ini direkomendasikan bagi mereka yang akan berpergian ke daerah tersebut, termasuk haji.

3) Tifoid
Vaksin tifoid mulai rutin diberikan di Indonesia karena penyakit ini sering sekali ditemui. Tifoid ditandai dengan demam serta gangguan pencernaan.

4) Hepatitis B
Hepatitis B dapat menular lewat cairan tubuh dan frekuensi pasien dengan hepatitis B cukuplah tinggi di Indonesia. Maka dari itu mereka yang beresiko tinggi baik untuk diberikan vaksin hepatitis B ini.

5) Rabies
Penyakin rabies menyerang sistem saraf termasuk otak. Penularannya melalui gigitan hewan yang terinfeksi rabies, termasuk anjing, kucing, kelelawar, atau monyet. Di beberapa daerah di Indonesia, penyakit rabies masih banyak ditemukan. Vaksin ini direkomendasi terutama untuk dokter hewan atau yang bekerja dengan binatang untuk menghindari terinfeksi penyakit ini.

6) Influenza
Penyakit influenza yang disebabkan oleh virus sangat sering dijumpai di semua tempat. Virus yang cepat bermutasi membuat vaksin ini harus diberikan setiap tahunnya. Penyakit influenza sendiri mematikan pada kelompok usia lanjut serta penderita penyakit jantung, paru-paru atau diabetes. Sehingga vaksin ini direkomendasikan untuk beberapa kelompok usia ini.

7) HPV
Human Papilloma Virus merupakan salah satu penyebab kanker serviks pada wanita. Vaksin ini direkomendasikan bagi setiap wanita sebelum aktif melakukan hubungan seksual. Vaksin ini memiliki proteksi untuk virus-virus yang dapat menyebabkan kaknker serviks, yakni nomor 16 dan 18.

 

Jadwal Imunisasi Dewasa

Masih banyak vaksinasi yang tersedia untuk dewasa. Memang tidak semua diberikan kepada setiap pasien namun dilihat dari kebutuhan nya yang berbeda-beda. Jadwal imunisasi yng direkomendasikan dapat dilihat pada tabel di atas.

Sumber: dr. Annemarie Chrysantia Melati (Your Clinic Central Park)

Memilih Kontrasepsi dengan Pintar

Setiap pasangan suatu saat akan dihadapkan dengan pilihan kontrasepsi. Apa itu kontrasepsi? Kontrasepsi adalah suatu cara untuk menunda kehamilan, baik itu permanen atau sementara, baik menggunakan alat, obat atau menggunakan cara lainnya. Pada jaman ini sudah banyak sekali pilihan kontrasepsi yang ada, dari kondom sampai dengan pilihan untuk dilakukan sterilisasi. Lalu bagaimana kita memilih kontrasepsi dengan pintar?

Hal penting yang perlu dilakukan adalah komunikasi dengan pasangan. Diskusikan tujuan penggunaan kontrasepsi ini untuk apa, apakah sementara saja ataukah permanen. Lalu sampai kapan kira-kira kehamilan akan ditunda. Kondisi kesehatan pasangan juga perlu diperhatikan, seperti riwayat kanker atau darah tinggi tentunya akan mempengaruhi pilihan kontrasepsi yang akan digunakan. Selain dengan pasangan, diskusi untuk memilih jenis kontrasepsi yang tepat perlu didiskusikan dengan tenaga kesehatan, baik itu bidan atau dokter.

Salah satu jenis kontrasepsi yang paling mudah didapat adalah kondom. Kondom dapat dibeli bebas di berbagai apotik atau supermarket. Kondom juga dapat memberikan perlindungan terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS). Namun sayangnya penggunaan kondom dapat mempengaruhi hubungan seksual sehingga beberapa pasangan tidak menyukai penggunaan kondom ini.

KB

 

Jenis kontrasepsi lain yang banyak digunakan adalah obat kontrasepsi pil atau suntik. Kedua jenis ini merupakan jenis kontrasepsi hormon dimana hormon di dalam tubuh wanita ditekan supaya tidak terjadi pematangan dari sel telur. Dengan ini diharapkan maka tidak akan terjadi kehamilan. Sayangnya kekurangan dari kedua jenis alat kontrasepsi ini memerlukan keteraturan yang tinggi dalam penggunaannya. Waktu minum obat serta penyuntikan tidaklah boleh lalai sehingga bagi mereka yang sibuk mungkin alat kontrasepsi ini kurang cocok. Selain itu kontrasepsi hormonal memiliki efek samping berupa jerawat, peningkatan berat badan, peningkatan tekanan darah, dan beberapa efek samping lainnya. Sebaiknya calon pengguna alat kontrasepsi hormonal diperiksa terlebih dahulu oleh petugas kesehatan.

susuk

Alat kontrasepsi hormonal lainnya adalah implan atau susuk. Alat ini merupakan tabung kecil yang dipasang di bawah kulit pada lengan. Alat kontrasepsi ini mengandung hormon. Pada masa ini jumlah tabung yang digunakan hanyalah satu sehingga pemasangan juga lebih nyaman. Alat kontrasepsi implan dapat efektif selama 3 tahun. Ada beberapa efek samping pemasangan alat kontrasepsi susuk yang sama dengan alat kontrasepsi hormonal lainnya.

 

AKDR

Alat kontrasepsi lainnya adalah Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau Intrauterine Device (IUD). AKDR merupakan sebuah logam kecil yang dimasukkan ke dalam rongga rahim guna mencegah penempelan hasil pembuahan di dinding rahim. Alat ini dipasang oleh dokter atau bidan. Penggunaan alat ini relatif lebih lama yakni sekitar 7-10 tahun sehingga bagi mereka yang ingin menunda kehamilan dalam jangka waktu lama dapat memilih AKDR ini. Efek samping yang ditemukan adalah berupa flek-flek pada awal pemasangan. AKDR tidak menggunakan hormon sehingga aman digunakan mereka yang memiliki berbagai kontraindikasi pemakaian kontrasepsi hormonal.

Bagi mereka yang tidak ingin kehamilan lagi maka dapat dipertimbangkan kontrasepsi mantap atau permanen. Pada wanita dapat dilakukan tubektomi atau pengikatan kedua saluran telur serta pada laki-laki dilakukan vasektomi atau pengikatan vas deferens. Kedua prosedur ini tidak memiliki efek perubahan hormon baik pada pria/wanita. Namun kedua prosedur ini mencegah terjadinya pertemuan antara sperma dengan sel telur sehingga terjadi proses pembuahan. Apabila pasangan sudah memiliki cukup anak maka dapat mempertimbangkan kontrasepsi ini.

Pilihan kontrasepsi di masa ini cukuplah banyak dan beragam. Hal ini diharapkan dapat memenuhi setiap kebutuhan individu. Memilih kontrasepsi haruslah pintar artinya sebagai pengguna mengerti benar keuntungan dan efek samping dari setiap kontrasepsi. Jenis kontrasepsi untuk setiap pasangan dapat berbeda tergantung dari kebutuhan mereka sehingga diskusi harus selalu dilakukan dalam menentukan jenis kontrasepsi yang digunakan.

Sumber: dr. Annemarie Chrysantia Melati (Your Clinic Central Park)

Mengenal Wasir

Hemorrhoid atau wasir atau ambeien merupakan bagian dari anatomi normal tubuh manusia. Ada dua jenis hemorrhoid yakni bagian dalam dan bagian luar. Hemorrhoid bagian dalam berfungsi untuk membantu kita menahan rasa ingin Buang Air Besar (BAB). Hemorrhoid berisi juga pembuluh darah sehingga pada pasien dimana terjadi pembengkakan dapat menyebabkan berdarah. Pada pasien dengan keluhan wasir/ambeien biasa disebabkan oleh hemorrhoid bagian dalam yang membengkak bahkan sampai terlihat benjolan yang keluar dari anus. Beberapa pasien juga memiliki wasir yang disebabkan oleh hemorrhoid bagian luar dimana adanya sumbatan pada pembuluh darah dan menyebabkan wasir yang berdarah.

wasir

Keluhan yang sering didapatkan adalah berupa benjolan pada anus yang keluar/masuk sendiri atau bahkan tidak dapat dimasukkan lagi. Selain itu pasien juga datang dikarenakan adanya perdarahan dari anus, biasa muncul saat BAB. Nyeri saat BAB serta rasa gatal/panas pada anus juga menandakan adanya wasir. Berbagai faktor yang menyebabkan pasien memiliki wasir adalah :
• Sering mengedan saat BAB
• BAB yang keras
• Konsumsi makanan rendah serat
• Usia tua serta kehamilan

Pasien yang memiliki wasir yang sangat mengganggu biasanya memerlukan penanganan khusus dari dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan pada daerah anus untuk menentukan jenis hemorrhoid serta derajat keparahan yang diderita oleh pasien tersebut. Pada beberapa kasus dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan teropong untuk melihat dengan jelas hemorrhoid yang dimiliki oleh pasien.

Lalu bagaimana pengobatannya? Untuk kasus-kasus yang ringan-sedang dapat dilakukan diet tinggi serat serta melakukan BAB dengan teratur untuk mencegah feces yang menjadi keras. Untuk mengatasi nyeri dapat diberikan obat penahan nyeri yang dimasukkan dari anus. Namun pada pasien yang telah menderita wasir dalam jangka waktu lama, mengganggu aktifitas sehari-hari, atau sampai memberikan gejala yang berat maka dapat dipertimbangkan untuk melakukan berbagai tindakan, seperti :
• Rubber band ligation yakni karet yang diletakkan di dasar dari hemorrhoid bagian dalam supaya jaringan ini “mati” karena tidak mendapat pembuluh darah. Lalu diharapkan hemorrhoid ini akan lepas dengan sendirinya.
• Skleroterapi yakni pemberian obat-obatan kimia yang disuntikkan ke dalam hemorrhoid
• Hemoroidektomi yakni operasi pengangkatan hemorrhoid yang dilakukan di kamar operasi.

 

wasir 2

Pencegahan untuk hemorrhoid dalam dilakukan sejak usia muda, yakni dengan meningkatkan konsumsi serat yang cukup. Kebiasaan BAB yang baik juga perlu diajarkan sejak dini untuk mencegah gangguan wasir di kemudian hari.

Sumber: dr. Annemarie Chrysantia Melati

Fakta dan Mitos Tentang Fitness dan Diet

magazine.foxnews.com
magazine.foxnews.com

 

CRUNCHES UNTUK MENGHILANGKAN LEMAK PERUT (MITOS)
Anda dapat melakukan abdominal crunch hingga pingsan, namun perut anda tetap tidak “six-pack”. Hal tersebut terjadi karena masih tingginya body-fat percentage pada tubuh anda sehingga otot perut tertutup lemak.
FAKTA: Untuk mengurangi body-fat percentage harus melakukan cardio exercise dan diet. Abdominal crunch hanya membakar sangat sedikit kalori jika dibandingkan dengan cardio exercise.

ANGKAT BEBAN BERAT ANGKAT MEMBUAT ANDA MENJADI BULKY (MITOS)
Mengangkat beban berat memang dapat membuat badan anda menjadi bulky (berotot) namun hal ini dapat terwujud hanya apabila anda secara spesifik latihan dengan tujuan untuk membesarkan otot. Latihan beban yang hanya dilakukan beberapa kali dalam seminggu tidak akan membuat badan anda menjadi bulky. Banyak wanita yang takut badan mereka akan menjadi bulky bila mengangkat beban berat.
FAKTA: Pada kenyataannya justru badan wanita jauh lebih susah untuk bulky dibandingkan pria karena rendahnya kadar testosteron pada wanita.

TIDAK BERKERINGAT = TIDAK LATIHAN (MITOS)
Selain intensitas latihan, banyak hal yang juga dapat mempengaruhi seberapa banyak kita berkeringat seperti berat badan, kecepatan metabolisme, serta suhu di mana kita berolahraga. Berkeringat adalah respon biologi manusia untuk menjaga suhu dalam tubuh.
FAKTA: berkeringat yang berlebihan justru berbahaya karena dapat menyebabkan dehidrasi, dizziness, dan masalah tekanan darah khususnya pada lansia atau wanita hamil.

PADA SUATU TITIK, ANDA TERLALU TUA UNTUK OLAHRAGA (MITOS)
Anda tidak pernah tua untuk olahraga. Untuk lansia, olahraga yang dapat dilakukan adalah aerobik, latihan keseimbangan, dan latihan fleksibilitas.
FAKTA: Berdasarkan penelitian pada lansia, olahraga dapat bermanfaat untuk menurunkan resiko hipertensi, diabetes, dan masalah mental.

CARA TERBAIK MENURUNKAN BERAT ADALAH MENURUNKAN ASUPAN KALORI SECARA DRASTIS (MITOS)
Makan berlebihan dapat membuat berat badan naik. Hal tersebut membuat banyak orang beranggapan bahwa menurunkan asupan kalori secara drastis dapat menurunkan berat badan dengan cepat. Justru sebaliknya, dengan makan terlalu sedikit maka badan kita akan merespon kondisi lapar tersebut dengan memperlambat metabolisme.
FAKTA: Yang benar untuk dilakukan adalah makan lebih sering dengan porsi yang lebih sedikit. Bagilah total kebutuhan kalori per hari anda menjadi lima hingga enam kali makan untuk menjaga agar metabolisme tetap berjalan dengan baik.

YOGA DAPAT MERINGANKAN SEMUA JENIS BACK PAIN (MITOS)
Yoga memang dapat meringankan nyeri punggung namun hal tersebut hanya apabila nyeri tersebut berhubungan dengan otot. Namun apabila masalah nyeri punggung tersebut berhubungan dengan hal lain seperti ruptured disc maka yoga akan memperburuk kondisi tersebut.
FAKTA: Apabila anda mengalami nyeri punggung, harus berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan program latihan apapun.

DIET SODA UNTUK ORANG YANG MENJALANI PROGRAM DIET (MITOS)
FAKTA: Walaupun kalori pada diet soda adalah kosong, namun minum diet soda tidaklah dianjurkan apabila ingin hidup sehat karena banyaknya bahan kimia dalam diet soda yang memiliki efek sampingyang kurang baik pada tubuh manusia.

SODA

 

Sumber: dr Edwin (Your Clinic Mall of Indonesia)

Solusi Tepat untuk Nyeri Pinggang

paulsethpt.com
paulsethpt.com

Low back pain atau nyeri pinggang bawah merupakan keluhan paling sering ditemui di masyarakat, terutama kalangan dewasa. Sekitar 80% dari orang dewasa, baik pria atau wanita, mengaku pernah mengalami nyeri pinggang selama hidupnya. Nyeri pinggang ini dapat digambarkan dengan berbagai intensitas, seperti nyeri yang tajam seperti ditusuk-tusuk, nyeri tumpul, nyeri yang dipengaruhi oleh posisi, serta nyeri saat mengangkat benda berat. Nyeri dapat bertahan selama beberapa hari sampai berminggu-minggu, bahkan pada beberapa kasus dapat dialami sampai tahunan. Tentunya nyeri pinggang ini sangat mengganggu aktifitas kita, baik aktfitas harian sampai pekerjaan.

Kebanyakan kasus nyeri pinggang merupakan nyeri akut dalam jangka waktu pendek. Biasanya nyeri akan sembuh dengan sendirinya dengan pemberian obat-obat pereda nyeri. Namun pada beberapa kasus nyeri pinggang disebabkan oleh gangguan pada tulang belakang serta syaraf tulang belakang. Pada kasus ini pengobatan lebih intensif perlu dilakukan untuk menangani penyebabnya. Berbagai penyebab nyeri pinggang adalah :

• Sprains dan strains pada otot tulang belakang serta jaringan sekitarnya dikarenakan gerakan yang tidak tepat
• Trauma dikarenakan kecelakaan, olah raga, serta terjatuh
• Gangguan pada syaraf tulang belakang
• Kelainan struktur tulang belakang seperti skoliosis
• Infeksi seperti tuberkulosis
• Osteoporosis
• Batu ginjal

Berbagai faktor resiko untuk nyeri pinggang ini banyak ditemukan pada mereka yang berusia di atas 30 tahun, orang yang tidak terbiasa berolah raga, wanita hamil, orang yang obesitas, serta mereka dengan pekerjaan yang mengharuskan untuk mengangkat, mendorong, atau menarik barang berat. Namun tidak hanya itu kegiatan rumah tangga juga dapat menyebabkan nyeri pinggang.

Pengobatan nyeri pinggang yang bisa dilakukan dirumah cukup sederhana. Kompres dingin dapat dilakukan dalam 24 jam pertama yang lalu dilanjutkan dengan kompres hangat. Aktifitas fisik yang memperparah nyeri sebaiknya dikurangi namun tidak berarti harus beristirahat total. Kegiatan stretching dapat dilakukan untuk meringankan nyeri. Penggunaan obat antinyeri seperti Paracetamol atau Ibuprofen dapat digunakan sesuai dengan anjuran pada kemasan. Krim/lotion juga dapat diberikan untuk meredakan nyeri pinggang. Apabila nyeri sudah berkurang makanya olah raga untuk memperkuat otot tulang belakang sebaiknya dilakukan, seperti yoga atau berenang.

Apabila nyeri pinggang sudah dirasa sangat mengganggu maka sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan seperti X-ray tulang belakang, CT-scan atau MRI dapat dilakukan untuk menemukan penyebab nyeri pinggang. Pengobatan tentunya akan disesuaikan dengan penyebab nyeri tersebut. Berbagai obat-obat minum, fisioterapi sampai dengan manajemen lanjut dapat diberikan pada pasien.

streching 1

stretching 2

Bagaimana pencegahan nyeri pinggang? Stretching pada pagi hari serta sebelum melakukan olah raga baik dilakukan. Postur berdiri serta duduk yang baik juga membantu mencegah terjadinya nyeri pinggang. Untuk perempuan sebaiknya tidak menggunakan sepatu berhak tinggi. Berolahraga secara teratur serta makan makanan bergizi dan menjaga berat badan juga penting. Ketika mengangkat benda berat perlu dipertimbangkan dengan posisi yang benar agar terhindar dari trauma pada tulang belakang.

Sumber: dr. Annemarie Chrysantia Melati (Your Clinic Central Park)

Mengapa Perlu Melakukan Pemeriksaan HIV/AIDS ?

Test HIVHIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. HIV apabila tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan sebuah penyakit dimana terjadi penurunan kekebalan tubuh atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Pada pasien dengan AIDS dapat ditemukan berbagai penyakit infeksi dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang rendah atau bahkan tidak ada. Pada keadaan yang lebih lanjut, penyakit infeksi akan menjadi semakin parah karena sistem kekebalan yang semakin menurun. Angka kematian HIV/AIDS yang tinggi biasanya dikarenakan oleh penyakit infeksi yang menyerang si penderita.

 

 

HIV dapat ditemukan di berbagai cairan tubuh pada pasien yang terinfeksi. Contoh cairan tubuh adalah darah, cairan mani/vagina, bahkan Air Susu Ibu (ASI). Maka dari itu, penularan HIV dilakukan melalui kontak cairan tubuh tersebut, contohnya adalah melalui hubungan seksual, pemakaian jarum suntik yang terkontaminasi, transfusi darah, serta melalui kehamilan dan persalinan. Beberapa profesi yang erat hubungannya dengan cairan tubuh manusia ini juga rentan terkena infeksi, serpeti petugas kesehatan.

 

Kapan saya harus melakukan pemeriksaan HIV/AIDS ? Pada mereka yang telah dicurigai terpapar virus ini atau telah melakukan kontak cairan tubuh dengan penderita HIV, pemeriksaan darah harus segera dilakukan. Namun demikian terdapat window period atau masa dimana virus belum berkembangbiak selama kurang lebih 3 bulan sehingga hasil pemeriksaan pertama dapat berupa negatif. Perlu diingat adalah hasil negatif ini bukan berarti tidak terinfeksi virus. Untuk meyakinkan maka perlu dilakukan pemeriksaan ulang darah 3 bulan dari pemeriksaan pertama. Pemeriksaan skrining darah juga dianjurkan bagi mereka yang melakukan pekerjaan beresiko terinfeksi HIV, seperti petugas kesehatan, pekerja seksual komersial, serta mereka yang melakukan aktifitas beresiko infeksi seperti pengguna obat-obatan dengan jarum suntik, pengguna transfusi darah, serta mereka yang melakukan hubungan seksual tidak dengan satu pasangan. Ibu hamil dengan riwayat kegiatan beresiko juga sebaiknya melakukan pemeriksaan untuk mencegah penularan kepada bayinya.

 

Masa inkubasi virus HIV ini bervariasi antara 5-10 tahun. Selama masa ini pasien yang terinfeksi tidak akan menunjukkan tanda/gejala tertentu sehingga pasien sendiri tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi. Hal ini tentunya berbahaya karena ia dengan mudah dapat menularkan HIV ke orang-orang yang telah melakukan kontak dengan cairan tubuh dari penderita. Maka dari itu penting dilakukan pemeriksaan skrining secara berkala terutama pada mereka yang beresiko tinggi.

 

Pengobatan untuk HIV/AIDS tidak ditujukan untuk menyembuhkan namun pengobatan dilakukan untuk menekan jumlah virus dalam tubuh serta meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh. Maka pengobatan ini penting dilakukan rutin sejak pasien pertama kali terdiagnosa dengan HIV. Hal ini dapat mencegah munculnya penyakit infeksi yang diakibatkan menurunnya kekebalan tubuh pasien. Pasien yang telah terinfeksi apabila mengikuti pengobatan dengan baik serta mempunyai gaya hidup yang sehat dapat hidup seperti layaknya orang di sekitarnya. Selain itu mereka juga tidak mudah menginfeksi orang yang melakukan kontak karena jumlah virus dalam darah yang minimal.

 

Di berbagai kota besar seperti Jakarta telah banyak tersedia klinik-klinik khusus yang menangani HIV/AIDS. Pemeriksaan darah juga tersedia di berbagai klinik/laboratorium sehingga tidak perlu merasa malu untuk melakukan pemeriksaan. Selain itu, kerahasiaan pasien juga sangat terjaga sehingga tidak perlu khawatir. Pengobatan HIV/AIDS juga sudah banyak tersedia di berbagai tempat.

 

HIV/AIDS memang belum dapat disembuhkan namun virus ini dapat dikontrol dengan gaya hidup yang sehat serta penggunaan obat-obatan yang tepat. Selain itu, pencegahan penularan serta tidak melakukan aktifitas yang beresiko tinggi penularan juga sangatlah penting. Segeralah kunjungi fasilitas kesehatan terdekat apabila Anda telah merasa kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi dengan HIV untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Sumber: dr. Annemarie Chrysantia Melati (Your Clinic Central Park)

Masalah Prostat Pada Sistem Reproduksi Pria

Benign Prostate Hypertophy (BPH) adalah masalah yang umum ditemukan pada sistem reproduksi pria dewasa. Prostat adalah sebuah kelenjar yang berada di sistem reproduksi pria. Prostat terletak di bawah kandung kemih serta mengelilingi saluran kencing sebelum penis. Fungsi utama dari kelenjar prostat adalah produksi cairan untuk air mani. Ukuran prostat akan bertambah besar ketika pria bertambah tua. Pertambahan ukuran prostat ini adalah hal yang normal. Namun karena lokasi kelenjar ini yang mengelilingi saluran kencing maka gejala yang timbul adalah gangguan berkemih.

 

alat kelamin pria

Tanda dan gejala dari BPH adalah :
• Bertambahnya frekuensi berkemih, terutama pada malam hari
• Kesulitan untuk memulai berkemih (harus mengedan)
• Buang air kecil menetes
• Pancaran berkemih yang melemah
• Rasa tidak lampias walaupun sudah buang air kecil sebelumnya
• Tidak bisa menahan buang air kecil

Berbagai faktor menentukan derajat keparahan dari tanda dan gejala BPH ini. Berat badan berlebih, kurangnya aktifitas fisik, usia lanjut, serta riwayat keluarga dengan BPH mempengaruhi tanda dan gejala yang dialami.

Pemeriksaan untuk memastikan BPH dapat dilakukan oleh dokter Anda dengan melakukan wawancara sederhana serta pemeriksaan fisik yang tepat. Berbagai pemeriksaan tambahan dapat dilakukan, seperti USG, uroflowmetry, cystoscopy, atau urodynamic pressure-flow study.

Pengobatan untuk BPH terdapat berbagai macam tergantung dari keadaan pasien masing-masing. Pasien dengan derajat BPH ringan dapat diberikan obat minum untuk mengurangi pembesaran prostat. Dengan kecanggihan terapi maka beberapa terapi invasif yang minimal juga mulai berkembang. Tentunya hal ini perlu dibicarakan lebih lanjut dengan dokter yang terkait.

 

Sumber: dr. Annemarie Chrysantia Melati (Your Clinic Central Park)